Wednesday, March 31, 2010
TODAY's THORN....... IS TOMORROW's FLOWER
Once there was a man who asked Allah for a flower.....and a butterfly. But instead Allah gave him a cactus......and a caterpillar. The man was sad, he didn’t understand why his request was mistaken.
Then he thought:
Oh well, Allah has too many people to care for...
And decided not to question.
After some time, the man went to check up on his request that he had left forgotten.
To his surprise, from the thorny & ugly cactus a beautiful flower had grown.
And the unsightly carterpillar had been transformed into the most beautiful butterfly.
Allah always does things right!
His way is ALWAYS the best way,
even if to us it seems all wrong.
If you asked Allah for one thing & received another, TRUST.
You can be sure that He will always give you what you need at the appropriate time.
What you want...
....is not always what you need!
Allah never fails to grant our petitions, so keep on going for Him without doubting or murmuring.
Today’s THORN...
Is tomorrow’s FLOWER!
ALLAH GIVES THE VERY BEST TO THOSE WHO LEAVE THE CHOICES UP TO HIM!
Monday, March 1, 2010
Lagenda Puteri Hijau.
![]() |
| Gegunung di Istana Maimon yang mirip kepada gegunung Bukit SiGuntang |
Menurut legenda, di zaman dahulu kala di Kesultanan Deli Lama kira-kira 10 km dari kampung Medan, di Deli Tua sekarang pernah wujud tiga orang anak raja bersaudara. Dua orang putera dan seorang puteri.Putera yang tua bernama Mambang Yazid, yang kedua Puteri Shah Zatul Zamrud dan putera ketiga bernama Mambang Khayali.
Puteri ini sering bermain-main di taman istana, dan di kala bulan mengambang akan terpancar lah cahaya hijau bergemerlapan dari tubuh badannya.Cahaya ini dapat dilihat oleh rakyat jelata dan masyurlah nama Puteri Shah Zatul Zamrud ini di merata tempat dari Aceh hingga ke ujung utara Pulau Jawa dan digelar PUTERI HIJAU.
Sultan Aceh telah jatuh hati pada puteri itu dan melamarnya untuk dijadikan permaisurinya. Malangnya peminangan Sultan Aceh itu ditolak oleh kedua saudara laki-laki Putri Hijau. Sultan Aceh sangat marah karena penolakannya itu dan menganggapnya sebagai satu penghinaan terhadap dirinya, seorang raja yang berkuasa. Maka di isytiharnyalah perang diantara kesultanan Aceh dan kesulatanan Deli.
Peperangan pun meletus dengan hebatnya. Berminggu-minggu tentera Deli bertahan hingga habis bekalan makanan. Rakyat menjadi lemah dan keletihan.
Melihatkan keadaan sebegini, tentera Aceh membuat helah, di bedilnya syiling emas ke tanah Deli dan memandangkan ratusan syiling emas yang bertaburan, rakyat Deli menjadi gelap mata dan meninggalkan kubu masing-masing unutk mengutip wang syiling emas tersebut.
Benteng pertahanan sudah semakin lemah. Menurut lagenda,melihatkan kekalahan mula terbayang di mata, adinda Puteri Hijau , Mambang Khayali, dengan ilmu kebatinan yang ada padanya telah menjelmakan dirinya menjadi sebatang MERIAM dan terus membedil benteng pertahanan Aceh sedaya upayanya.Meriam membedil tanpa henti dan akhirnya terputus dua kerana kepanasan yang amat sangat.
Mambang Khayali yang menjelma menjadi meriam itu, meledak terputus dua,bahagian belakangnya terlontar ke Labuhan Deli dan bagian depannya kedataran tinggi Karo, kira-kira 5 km dari Kabanjahe.
Kesultanan Deli Lama mengalami kekalahan dalam peperangan itu.Mambang Yazid, lantas menjelmakan dirinya menjadi seekor ular naga dan mengundurkan diri melalui satu terusan air lalu terus masuk ke dalam Sungai Deli disatu tempat yang berdekatan dengan Jalan Putri Hijau sekarang ini.. Arus sungai membawanya ke Selat Malaka dari tempat ia meneruskan perjalanannya yang terakhir di ujung Jambo Aye dekat Lok Seumawe, Aceh.
Putri Hijau ditawan dan hendak dibawa ke Aceh. Sebelum dibawa pergi Puteri Hijau meminta agar dirinya di letakkan didalam sebuah peti kaca. Alasannya agar dia tidak disentuh oleh sesiapapun sebelum menjadi Permaisuri Aceh.Peti kaca itu pun dimuatkan didalam kapal dan barulah dibawa belayar ke Aceh.Ketika kapal sampai di ujung Jambo Aye, Putri Hijau meminta agar diadakan satu upacara untuknya sebelum peti diturunkan dari kapal. Beliau meminta agar disediakan bertih dan beberapa biji telur ayam. Permohonan tuan Putri itu dikabulkan.
Puteri Hijau memulakan upacara dengan menabur bertih dan membuang telur -telur tersebut ke laut. Mulut nya membaca sesuatu sambil matanya merenung tajam ke arah perairan, seolah-olah memanggil sesuatu atau seseorang.Tiba-tiba terhembuslah angin ribut yang amat dahsyat disusuli oleh gelombang-gelombang yang sangat tinggi. Dari dalam perairan muncul abangnya yang telah menjelma menjadi ular naga dan dengan menggunakan rahangnya yang besar itu, diambilnya peti tempat adiknya dikurung, lalu dibawanya masuk terus ke dalam laut.Ghaiblah kedua beradik ini, hilang kedalam dasar lautan....terus ke Selat Melaka...
Legenda ini sampai sekarang masih terkenal dikalangan orang-orang Deli dan malahan juga dalam masyarakat Melayu di Malaysia. Di Deli Tua masih terdapat bekas-bekas runtuhan benteng dari Puri yang berasal dari zaman Putri Hijau, sedangkan sisa meriam, penjelmaan adinda Putri Hijau, dapat dilihat di halaman Istana Maimoon, Medan.
Wallahu'alam...
Tuesday, February 2, 2010
DI ATAS RUNTUHAN KOTA MELAKA
Penyair termenung seorang diri
Ingat Melayu kala jayanya
Pusat kebesaran nenek bahari
Sunyi dan sepi, hening dan lingau
Melambai sukma melenyai tulang
Arwah Hang Tuah rasa menghimbau
Menyeru umat tunduk ke Tuhan
Di sini dahulu alat kebesaran
Adapt resam teguh berdiri
Duduk semayam Yang Dipertuan
Melimpahkan hukum segenap negeri
Di sini dahulu Laksamana Hang Tuah
Satria moyang Melayu jati
Jaya perkasa, gagah dan mewah
‘Tidak Melayu hilang di bumi’
Di sini dahulu payung terkembang
Megah Bendahara Seri Maharaja
Bendahara yang cerdik tumpuan dagang
Lubuk budi laut bicara
Penyair menghadap ke laut lepas
Selat Melaka tenang terbentang
Awan berarak riak menghempas
Mentari turun rembanglah petang
Wahai tuan Selat Melaka
Mengapa tuan berdiam diri?
Tidakkah tahu untung hamba
Hamba musafir datang ke mari
Di mana Daulat Yang Dipertuan
Mana Hang Tuah, mana Hang Jebat
Mana Bendahara johan pahlawan
Bukankah jelas di dalam babad
Namanya tetap jadi sebutan
Bekasnya hilang payah mencari
Sedikit penyair bertemu kesan
Musnah dalam gulungan hari
Mengapa ini bekas yang tinggal
Umat yang lemah terkatung-katung
Hidup menumpang tanah terjual
Larat wahai larat dipukul untung
Adakah ini bekas peninggalan
Belahan diriku umat Melayu
Lemah dan lungai tiada karuan
Laksana bunga terkulai layu
Jauh di darat penyair melihat
Gunung Ledang duduk termangu
Tinggi menjulang hijau dan dahsyat
Hiasan hikayat nenekku dahulu
Di dalam kuasyik merenung gunung
Di dalam kemilau panas kan petang
Tengah khayal dirundung menung
Rasanya ada orang yang datang
Penyair hanya duduk sendiri
Tapi keliling rasanya ramai
Bulu romaku rasa berdiri
Berubah warna alam yang permai
Ada rasanya bisikan sayu
Hembusan angina di Gunung Ledang
Entah puteri datang merayu
Padahal beta bukan meminang
Bukanlah hamba Sultan Melaka
Jambatan emas tak ada padaku
Kekayaanku hanya syair seloka
Hanya nyanyian untuk bangsaku
Justeru terdengar puteri berkata
Suaranya halus masuk ke sukma
Maksudmu tuan sudahlah nyata
Hendak mengenang riwayat yang lama
Bukan kuminta jambatan emas
Tapi nasihat hendak kuberi
Kenang-kenangan zaman yang lepas
Iktibar cucu kemudian hari
Sebelum engkau mengambil simpulan
Sebelum Portugis engkau kutuki
Inggeris Belanda engkau cemarkan
Ketahui dahulu salah sendiri
Sultan Mahmud Shah mula pertama
Meminang diriku ke Gunung Ledang
Segala pintaku baginda terima
Darah semangkuk takut menuang
Adakan cita akan tercapai
Adakan hasil yang diingini
Jika berbalik sebelum sampai
Mengorbankan darah tiada berani
Apalah daya Datuk Bendahara
Jikalau Sultan hanya tualang
Memikir diri seorang sahaja
Tidak mengingat rakyat yang malang
Sultan Ahmad Shah apalah akalnya
Walaupun baginda inginkan syahid
Mualim Makhdum lemah imannya
‘Di sini bukan tempat Tauhid’
Bendahara Tua Paduka Raja
Walaupun ingin mati berjuang
Bersama hilang dengan Melaka
Anak cucunya hendak lari pulang
Berapa pula penjual negeri
Mengharap emas perak bertimba
Untuk keuntungan diri sendiri
Biarlah bangsa menjadi hamba
Ini sebabnya umat akan jatuh
Baik dahulu atau sekarang
Inilah sebab kakinya lumpuh
Menjadi budak belian orang
Sakitnya bangsa bukan di luar
Tetapi terhunjam di dalam nyawa
Walau diubat walau ditawar
Semangat hancur apalah daya
Janjian Tuhan sudah tajalli
Mulialah umat yang teguh iman
Allah tak pernah mungkirkan janji
Tarikh riwayat jadi pedoman
Tidaklah Allah mengubah untung
Suatu kaum dalam dunia
Jika hanya duduk terkatung
Berpeluk lutut berputus asa
Malang dan mujur nasibnya bangsa
Turun dan naik silih berganti
Terhenyak lemah naik perkasa
Bergantung atas usaha sendiri
Riwayat yang lama tutuplah sudah
Apalah guna lama terharu
Baik berhenti bermenung gundah
Sekarang dibuka lembaran baru
Habis sudah madahnya puteri
Ia pun ghaib capal pun hilang
Tinggal penyair seorang diri
Di hadapan cahaya jelas membentang
Pantai Melaka kulihat riang
Nampaklah ombak kejar-mengejar
Bangunlah Tuan belahanku saying
Seluruh Timur sudahlah besar
Bercermin pada sejarah moyang
Kita sekarang mengubah nasib
Di zaman susah atau pun riang
Tolong tetap dari Yang Ghaib
Bangunlah kasih, umat Melayu
Belahan asal satu turunan
Bercampur darah dari dahulu
Persamaan nasib jadi kenangan
Semangat yang lemah dibuang jauh
Jiwa yang kecil kita besarkan
Yakin percaya, iman pun teguh
Zaman hadapan, penuh harapan
Bukanlah kecil golongan tuan
Tujuh puluh juta Indonesia
Bukan sedikit kita berteman
Sudahlah bangun bumi Asia
Kutarik nafas, kukumpul ingatan
Aku pun tegak dari renungku
Jalan yang jauh aku teruskan
Melukis riwayat sifat hidupku
Kota Melaka tinggallah sayang
Beta nak balik ke Pulau Percha
Walau terpisah engkau sekarang
Lambat launnya kembali pula
Walaupun luas watan terbentang
Danau Maninjau terkenang jua
~ Hamka
Friday, January 29, 2010
Syair Puteri Siti Zubaidah
Tubuhnya seperti emas cemerlang
Cahaya tubuhnya gilang-gemilang
Jika ditentang bagaikan hilang
Lemah lembut manis berseri
Cantiknya tidak lagi terperi
Parasnya umpama puteri bidadari
Tiada bandingan di dalam negeri
Bertambahlah arif bijak laksana
Bijak bestari akal sempurna
Sifatnya lengkap tujuh laksana
Tiada berbanding barang di mana
Jikalau dicari dengan makrifat
Cukup kepadanya serba empat
Habis kepada sempurna sifat
Bandingnya itu sukar mendapat
Rambutnya panjang mengurai ikalnya
Kening beralit dengan hitamnya
mata bersinar memancar cahaya
Alisnya lentik idaman semua
Hidungnya mancung lehernya jinjang
Pinggangnya ramping dadanya bidang
Loknya elok sederhana sedang
Sedap manis mata memandang
Puteri Zubaidah gelar namanya
Padanlah nama dengan rupanya
Di negeri Irak sangat mashurnya
Seorang pun tiada tolok bandingnya
Puteri Zubaidah Puteri beriman
Pandai mengaji mentajwid Quran
Silat dan tari jadi amalan
Amat sempurna peroleh didikan.
Parasnya cantik suaranya merdu
Beralaun lunak bersama bayu
Sentiasa mengaji mendayu-dayu
Hati yang mendengar menjadi syahdu.
Wednesday, January 20, 2010
IF TOMORROW NEVER COMES....
IF TOMORROW NEVER COMES.....
that I'd see you fall asleep,
I would tuck you in more tightly
and pray to ALLAH, your soul to keep.
If I knew it would be the last time
that I see you walk out the door,
I would give you a hug and kiss
and call you back for one more.
If I knew it would be the last time
I'd hear your voice lifted up in praise,
I would video tape each action and word,
so I could play them back day after day.
If I knew it would be the last time,
I could spare an extra minute or two
to stop and say I love you,
instead of assuming you would KNOW I do.
If I knew it would be the last time
I would be there to share your day,
well I'm sure you'll have so many more,
so I can let just this one slip away.
For surely there's always tomorrow
to make up for an oversight,
and we always get a second chance
to make everything right.
There will always be another day
to say our I love you's,
And certainly there's another chance
to say our "Anything I can do's?"
But just in case I might be wrong,
and today is all I get,
I'd like to say how much I love you
and I hope we never forget,
Tomorrow is not promised to anyone,
young or old alike,
And today may be the last chance you get
to hold your loved one tight..
So if you're waiting for tomorrow,
why not do it today?
For if tomorrow never comes,
you'll surely regret the day,
That you didn't take that extra time
for a smile, a hug, or a kiss
and you were too busy to grant someone,
what turned out to be their one last wish.
So hold your loved ones close today,
whisper in their ear,
Tell them how much you love them
and that you'll always hold them dear,
Take time to say "I'm sorry, please forgive me,"
"thank you" or "it's okay".
And if tomorrow never comes,
you'll have no regrets about today.
PETIKAN SURAT SYEIKH ABDUL QADIR al- JILANI
UCAPAN UNTUK PARA PEMBACA
(Petikan surat Syeikh Abdul Qadir al-Jilani)
Sahabat-sahabatku yang dikasihi. Hati kamu adalah seumpama cermin yang berkilat. Kamu mesti membersihkannya daripada debu dan kekotoran yang menutupinya. Cermin hati kamu itu telah ditakdirkan untuk memancarkan cahaya rahsia-rahsia Ilahi.
Bila cahaya dari "Allah adalah cahaya bagi semua langit dan bumi…" mula menyinari ruang hati kamu, lampu hati kamu akan menyala. Lampu hati itu "berada di dalam kaca, kaca itu sifatnya seumpama bintang berkilau-kilauan terang benderang…" Kemudian kepada hati itu anak panah penemuan-penemuan suci akan hinggap. Anak panah kilat akan mengeluarkan daripada awan petir maksud "bukan dari timur atau barat, dinyalakan dari pohon zaitun yang diberkati…" dan memancarkan cahaya ke atas pokok penemuan, sangat tulen, sangat lutsinar sehingga ia "memancarkan cahaya walaupun tidak disentuh oleh api". Kemudian lampu makrifat (hikmah kebijaksanaan) akan menyala sendiri. Mana mungkin ia tidak menyala sedangkan cahaya rahsia Allah menyinarinya?
Sekiranya cahaya rahsia Ilahi bersinar ke atasnya, langit malam kepada rahsia-rahsia akan menjadi terang oleh ribuan bintang-bintang "…dan berpandukan bintang-bintang (kamu) temui jalan (kamu)…". Bukanlah bintang yang memandu kita tetapi cahaya Ilahi. Lantaran Allah "…menghiaskan langit rendah dengan keindahan bintang-bintang" . Sekiranya lampu rahsia-rahsia Ilahi dinyalakan di dalam diri batin kamu yang lain akan datang secara sekaligus atau beransur-ansur. Sebahagiannya kamu telah ketahui sebahagian yang lain akan kami beritahu di sini. Baca, dengar, cuba fahamkan. Langit ketidaksedaran (kelalaian) yang gelap akan dinyalakan oleh kehadiran Ilahi dan kedamaian serta keindahan bulan purnama yang akan naik dari ufuk langit memancarkan "cahaya di atas cahaya" berterusan meninggi di langit, melepasi peringkat yang ditentukan sebagaimana yang Allah telah tentukan bagi kerajaan-Nya, sehingga ia bersinar penuh kemuliaan di tengah-tengah langit, menghambat kegelapan kelalaian. "(Aku bersumpah) demi malam apabila ia senyap sepi…dengan cuaca pagi yang cemerlang…" malam ketidaksedaran kamu akan melihat terangnya hari siang. Kemudian kamu akan menghirup air wangi kenangan dan "bertaubat di awal pagi" terhadap ketidaksedaran (kelalaian) dan menyesali umur kamu yang dihabiskan di dalam lena. Kamu akan mendengar nyanyian burung bulbul di pagi hari dan kamu akan mendengarnya berkata:
Mereka tidur sedikit sahaja di malam hari dan pada awal pagi mereka memohon keampunan Allah
Allah bimbangkan kepada cahaya-Nya sesiapa yang Dia kehendaki.
Kemudian kamu akan melihat di ufuk langit peraturan Ilahi akan matahari ilmu batin mula terbit. Ia adalah matahari kamu sendiri, Lantaran kamu adalah "yang Allah beri petunjuk" dan kamu "berada pada jalan yang benar" dan bukan "mereka yang Dia tinggalkan di dalam kesesatan". Dan kamu akan memahami rahsia:
Tidak diizinkan matahari mengejar bulan dan tidak pula malam mendahului siang. Tiap sesuatu berjalan pada landasan (masing-masing) .
Akhirnya ikatan akan terurai selaras dengan "perumpamaan yang Allah adakan untuk insan dan Allah mengetahui tiap sesuatu", dan tabir-tabir akan terangkat dan kulit akan pecah, mendedahkan yang seni di bawah pada yang kasar. Kebenaran akan membuka tutupan mukanya.
Semua ini akan bermula bila cermin hati kamu dipersucikan. Cahaya rahsia-rahsia Ilahi akan memancar Padanya jika kamu berhajat dan bermohon kepada-Nya, daripada-Nya, dengan-Nya.
Tuesday, January 19, 2010
Cinta kerana ALLAH - Imam Al-Ghazali ( dari Cahaya Mukmin.)
Cinta yang hakiki yang berdasarkan kerana Allah semata-mata , ialah bila anda mencintai seseorang bukan kerana peribadinya,malah kerana kelebihan-kelenihannya yang bergantung dengan keakhiratannya. Misal cinta ini ialah cinta seorang murid kepada gurunya. Disebabkan menerusi guru itu ia akan memperolehi ilmu pengetahuan yang akan memperbaiki amalannya . Dan dengan ilmu itu maka si murid bakal mendapat keselamatan diakhirat . Inilah yang dikatakan antara contoh-contoh cinta kerana Allah semata-mata .Begitu pula orang yang bersedekah dengan harta bendanya kerana menuntut keredhaan Allah, atau orang yang suka mengundang tetamu kerumahnya, lalu dihidangkan makanan yang lazat, semata-mata kerana ingin mendekatkan dirinya kepada ALLAH. Kemudian lahirlah dalam diri orang itu perasaan sayang dan kasih terhadap tukang masaknya , kerana kemahiranya untuk menyediakan makanan-makanan yang lazat, cinta ini dikira sebagai cinta kepada ALLAH .
Contoh yang lain lagi misalnya seorang yang suka menyampaikan sedekah kepada orang-orang yang memerlukannya , maka perilakunya itu dikira sebagai cinta kepada ALLAH juga. Atau orang yang mencintai pekerja yang membantu mencuci pakaiannya, membersihkan rumahnya dan memasak makanannya, yang mana dengan terlepasnya ia dari tugas-tugas ini, senanglah ia dapat menuntut ilmu atau membuat perkerjaan yang lain, sedang tujuan utama dari pekerjaan orang itu semata-mata kerana melapangkan diri untuk memperbanyakkan ibadat , maka ia juga terkirapencinta kerana ALLAH .
Begitu juga, jika ia mencintai seseorang kerana orang itu mencukupi keperluannya dari segi wang dan pakaian, makanan dan rumah dan lain-lain keperluan yang diperlukan untuk kehidupan didunia, sedang maksud dari penderma itu supaya ia dapat melapangkan dirinya untuk menuntut ilmu pengetahuan yang berguna, sambil melakukan amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada Allah, maka cintanya itu dikira kerana ALLAH juga .
Segolongan salaf saleh yang terdahulu, sering segala keperluannya ditanggung oleh hartawan-hartawan yang murah hati . jadi dalam hal ini, kedua-dua pihak tergolong pencinta-pecinta yang mencari keredhaan Allah.
Juga , jika seseorang itu menikahi seorang wanita yang salehah untuk melindunginya dari godaan syaitan , serta memelihara agamanya atau untuk menginginkan seorang anak yang saleh dari pernikahan itu atau dia mencintai isterinya kerana menerusinya ia dapat samapai kepada tujuan-tujuan yang suci seperti contoh-contoh yang disebut diatas tadi , maka ia adalah seorang pencinta kerana ALLAH .
Demikian pula, jika seseorang itu dalam hatinya tersemat cinta kerana ALLAH dan dunia, seperti seorangyang mencintai guru yang mendidiknya, lalu ia pun mencukupkan segala keperluan guru itu didunia dengan wang dan sebagainya, maka ia dikira orang yang mencinta kerana ALLAH .
Seterusnya, bukanlah dari syarat-syarat cinta kerana ALLAH itu, ia mesti tinggalkan semua nasibnya dari harta kekayaan dunia samasekali, sebab para Nabi sering menyeru kita berdoa, agar ALLAH mencukupkan kedua-dua keperluan kita di dunia dan akhirat .
Bila kecintaan seseorang kepada ALLAH menjadi kukuh, niscaya akan muncul dalam wataknya perasaan suka membantu dan menolong, serta mengutamakan orang lain dari diri sendiri, bersedia untuk membelanjakan segala yang dimilikinya dari harta, jiwa dan nasihat yang baik.
Dalam hal ini manusia adalah berbeza, munurut perbezaan darjat kecintaannya kepada ALLAH. Ia akan dicuba dalam kecintaannya itu dengan berbagai-bagai percubaan yang bertalian dengan kepentingan-kepentingan dirinya, sehingga ada kalanya semua kepentingan itu sudah tidak ada yang tinggal lagi, semuanya telah dibelanjakan bagi kepetingan orang yang dicintainya itu.Terkadang-kadang ditentukan sebahagian untuk diri sendiri, manakala yang lain diberikan kepada orang yang dicintainya.
Tidak kurang juga , orang yang membahagikan harta kekayanya kepada dua, satu bahagian untuk dirinya dan satu lagi untuk kekasihnya, ada yang memberikan sepertiga dari harta kekayaannya dan ada sepersepuluh dan seterusnya . Banyak atau sedikit wang yang dibelanjakan itu bergantung pada rasa cintanya terhadap orang itu, sebab tidak dapat ditentukan darjat cinta itu melainkan dengan kadar harta yang dibelanja kepada para kekasihnya. Maka barang siapa hatinya telah telah dipenuhi oleh rasa cinta kerana Allah, tidak ada benda-benda lain yang masih dicintakan lagi, selain dari cintanya kepada ALLAH semata-mata. Ketika itu ia tidak akan meninggalkan sesuatu benda pun dari harta kekayaannya, melainkan semuanya dibelanjakan kerana ALLAH.
Misalnya Abu Bakr As-Siddiq , beliau telah menyerahkan puterinya Aisyah untuk dikahwinkan dengan Rasulullah sedangkan Aisyah itu cahayamatanya, kemudian dibelanjakan semua hartanya kerana ALLAH.
Dengan itu disimpulkan, bahawasanya sesiapa yang mencintai orang alim atau 'adib, ataupun di mencintai penuntut ilmu pengetahuan atau orang yang sepanjang masa beribadat atau membuat kebajikan, maka yakinlah bahawasanya ia mencintainya itu kerana ALLAH dan untuk ALLAH , dan tentulah ia akan mendapat ganjaran pahala dan kurnia dari ALLAH menurut kadar kekuatan cintanya itu.C


