Thursday, September 20, 2012

NEVER QUIT..........


Never Quit

Believe in yourself
and your vision of the future.
Surround yourself with
those who believe in you
and  will help you achieve
your goals.
Keep your dream alive
despite the challenges
along the way.

There will always be those
who try to steal your dream
by laughter or criticism.
They cannot understand what
drives you to always want more.

In safety, there is no failure
neither is there success.
Only by taking the risks
that other fear
can you achieve greatness.

Change can be frightening,
but only by changing
can you experience growth.
Only by challenging yourself
to do what seems impossible
can you ever know how much
you can achieve.

There is only one key
to success:
never quit until you win.
It may require a lot of changing,
but you can do it.
The seed of greatness
lies within you.
Nurture it, and there
will be nothing you can't do.

Munajat Bertaubat Kepada Allah............

Munajat Bertaubat Kepada Allah

by Ayob Mohd Said on Tuesday, 6 December 2011 at 15:43 ·

Wahai Tuhan Yang tak mengenepikan harapan orang-orang yang mengharap

Wahai Tuhan Yang tak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik

Wahai Yang menjadikan tempat pelarian para hambaNya yang takut

Wahai Yang ditakuti hamba-hambaNya yang muttaqin. Inilah hambaMu yang dipenuhi dosa-dosa yang bermohon di hadapanMu

Kami Hamba yang melumuri badan dengan  kemaksiatan

Kami Hamba yang dililit tubuhnya oleh pengaruh syaitan hingga lalai dari segala yang Engkau perintahkan dan melanggar segala yang menjadi laranganMu

Bagai orang yang bodoh atas segala kekuasaanMu. Bagai orang yang mengingkari kurnia dan kebaikanMu hingga dibukakan matanya, melihat kebenaran dan petunjuk serta tersingkap segala kabut yang menyelimuti mata.

Kami Hamba Mu ini selalu menghitung segala yang telah diperbuatnya dan merenungi segala pengingkaran terhadap Tuhannya hingga tersadar dengan banyaknya dosa dan kemaksiatan

Kami HambaMu  segera menghadap kepadaMu, Mengharap segala ampunan dariMu dengan penuh harap dan rasa yakin kepada Mu dengan penuh keteguhan akan segala yang ada di sisiMu dengan penuh rasa kekhawatiran dan keikhlasan

Tiada lain keinginan kami hambaMu selain kepadaMu Tiada lain keinginan kami selain kepada Mu

Tiada lain yang di khawatirkannya selain kepadaMu

Kami Hamba yg kini mengharap dengan penuh kerendahan

Mengarahkan pandangan ketanah dgn penuh kekhusyukan.

Menundukkan kepalanya dengan penuh kehinaan

Engkaulah yang paling tahu tentang diri kami,  kerana Engkau pegang segala rahsia-rahasia kami

Engkau yang paling tahu jumlah dosa-dosa kmi, kerana Engkau yang menghitung semuanya itu.

Inilah hambaMu yang meminta perlindungan dari segala sebab yang bakal menimpa diri, dari segala akibat buruk dari dosa-dosanya yang begitu banyaknya

Segala kelazatan dan kenikmatan telah berlalu Yang tersisa kini hanyalah akibat yang harus kami tanggung.

Ya Ilahi

KeadilanMu tidak akan diingkari bila Engkau tetap menghukum hambaMu ini. Ampunan Mu tidak pula begitu berat bila Engakau memaafkan dan mengasihani, kerana sesungguhnya hanya Engkau yang Maha Pengampun atas segala dosa-dosa besar.

Ya Allah kami menghadapkan kepadaMu dengan sepenuhnya mematuhi segala perintahMu termasuk perintah berdoa kepada Mu dan Engkau berjanji untuk mengambulkannya.

Engkau berfirman: (Udhuni yas tajib lakum) “Berdoalah/bermohonlah kepada Ku Maka pasti Aku kabulkan”

Ya Allah, Maka limpah sejahtera kepadaNabi Muhammad SAW dan keluarganya. Temuilah diri kami dengan ampunan dan maghfirahMu seperti akan menghadap kepada Mu dengan penuh kekeyakinan

Angkatlah diri kami dari lembah dosa sebagaimana aku rendahkan diriku di hadapanMu. Tutupilah rahasia2 kami dengan hijabMu sebagaimana Engkau tangguhkan siksaan bagi kami

Ya Allah, Teguhkanlah niat kami untuk tetap mentaati Mu

Kukuhkanlah hati kami untuk senentiasa beribadah kepadaMu Tunjukilah kami suatu amalan yang dapat membersihkan diri kami dari kotoran dan dosa.

Ya Allah, Teguhkanlah niat kami untuk Matikanlah diri kami dan ambillah nyawa kami dengan tetap teguh memegang agamaMu dan agama NabiMu Muhammad SAW dengan kalimah ”La ila ha Illallah Muhamadur Rasulullah”

Ya Allah Inilah kami yang kembali dan bertobat kepadaMu dari segala dosa2 besar maupun kecil baik yang nyata maupun tidak baik, yang lampau maupun yang akan datang

dengan taubat yang seilkhlas-ikhlasnya yang tak pernah lagi membayangkan kemaksiatan dan tak pernah lagi ingin kembali melakukan kesalahan.

Dan Engkau berfirman dalam kitabMu “Sesungguhnya Engkau menerima taubat hamba-hambaMu memaafkan kesalahan mereka dan mencintai orang-orang yang bertaubat.”

Terimalah taubat ini seperti yang Engkau janjikan Ya Allah. Maafkan kesalahan kami ini seperti yang telah Engkau jaminkan. Cintailah diri kami sebagaimana yang Engkau persyaratkan dalam taubat kami.

Ya Rabbi, Inilah kami hambaMu yang mewajibkan dirinya untuk memenuhi syarat Mu untuk tak lagi lakukan segala yang Engkau benci yang berjanji pada dirinya untuk tak lagi melanggar segala yang Engkau larang yang berjanji untuk menghindari segala yang mengundang kedurhakaanMu.

Ya Allah, Engkau mengetahui apa yang kami perbuat, Maka ampunilah kami sesuai yang Engkau tahu tentang diri kami dan dengan kekkuasaan Mu bawalah diri kami kepada hal-hal yang Engkau sukai.

Ya Allah betapa banyak akibat dari kesalahan yang kami tanggung, baik yang masih kami ingat maupun yang telah kami lupakan. Namun senua itu tetap Engkau perhatikan dengan mataMu yang tak pernah tidur dan ilmuMu yang tak pernah alpa.

Maka gantilah akibat yang kami tanggung dengan yang lebih patut kami terima.  Buangkanlah segala bebannya. Lindungi kami dari melakukan hal yang sama diwaktu-waktu lainnya.

Ya Allah, tiada satu pun yang mampu memenuhi taubat kami, kecuali berkat perlindungan Mu. Tiada pula yang mampu menahan diri kami dari dosa-dosa kecuali dengan kekuatan Mu.

Maka kuatkanlah diri kami dengan kemampuan yang cukup (untuk mencegah diri kami dari  dosa-dosa) dan limpahkan pula pada diri kami perlindungan yang kukuh.

Ya Allah siapa saja hamba Mu yang bertaubat namun Engkau tahu bahawa ia akan bakal merusakkan taubatnya dan kembali melakukan kesalahan dan dosa. Maka kami berlindung kepadaMu agar diri kami tak sama dengannya. Jadikan taubat kami sebagai taubat yang tak lagi memerlukan taubat sesudahnya.

Jadikan pula taubat kami sebagai taubat yang menghapuskan dosa yang telah berlalu serta keselamatan dari dosa yang akan datang.

Ya Allah aku mohon ampunan kepada Mu dari kebodohan kami dan kami minta perlindungan dari keburukan perbuatan kami.

Dekapilah kami kedalam pangkuan rahmatMu. Tutupilah diri kami dengan selimut kasih Mu.

Ya Allah kami bertaubat kepada Mu dari segala bisikan hati, pandangan mata dan ucapan lidah yang menyalahi keinginan Mu dan menyimpang dari yang Engkau cintai dengan sebuah taubat yang membuat semua anggota tubuhku selamat dari siksaMu yang dikhawatirkan oleh orang yang melampaui batas.

Ya Allah, kasihilah kami kesendirian dihadapan Mu dan kemuraman hati kami kerana takut kepadaMu serta gementaran anggota tubuh badan kami akan kebesaran Mu.

Ya Allah, limpahkan sejahtera kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya. Berkat kemurahanMu berilah kami syafaat atas dosa-dosa kami. Berkat ampunan Mu, hapuslah kesalah kami, dengan siksaMu. Lapangkan kemurahanMu pada kami. Muliakan diri kami dengan menutupi rahasia kami.

Perlakukan diri kami bagai seorang bangsawan yang didatangi seorang hamba yang hina lalu mengasihaninya atau bagai seorang kaya yang didatangi hamba yang miskin lalu mengulurkan tangannya untuk membantunya.

Ya Allah tiada satu pun yang menjadi pelindung kami selain Mu, maka berkat kebesaran Mu lindungilah diriku.

 Tiada satu pun yang menjadi penolong kami selain Mu, maka berkat kurnia Mu berilah syafaat padaku.

Kami sungguh dibebani dan khawatir akan dosa-dosa kami, maka berkat ampunan Mu berilah kami rasa tenteram.

Semua yang kami ucapkan tidaklah berangkat dari ketidak tahuan kami bukan pula sengaja melupakan kejelekan perbuatanku

Namun semua taubat kami aturkan hanya agar langit dan semua penghuninya serta buni dan segenap penduduknya mendengar penyesalan kami

Dan kami berlari kepada Mu dengan memohon ampunan agar berkat rahmatMu sebagian mereka mengasihi kami dalam keadaan yang sulit dan penuh dosa atau menyayangi diri kami kerana keadaan kami yang muram.

Sebuah doa yang lebih Engkau dengar dari doa kami sendiri atau memberi kami syafaat yang lebih patut Engkau terima dari pada syafaat kami dan membuat kami selamat dari kemurkaan Mu serta memperoleh redha Mu.

Ya Allah jika rasa penyesalan merupakan taubat kepada Mu, kamilah yang paling menyesal dari sekian yang menyesal.

Bila meninggalkan kemaksiatan merupakan jalan menuju perkenan Mu. Kami inilah yang pertama meninggalkan kemaksiatan dan menuju kepangkuan Mu

Bila memohon ampunan kepada Mu dapat menggugurkan dosa-dosa kami, kami inilah yang sebenar-benarnya memohon ampunan kepada Mu.

Ya Allah, sebagaimana Engkau perintahkan kami untuk bertaubat kepada Mu dan menjamin taubat kami akan kabulkan. Sebagaimana Engkau perintahkan kami untuk berdoa dan berjanji akan mengabulkan doa kami.

Maka limpahkan sejahtera kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya dan terimalah taubat kami. Janganlah Engkau membuat kami putus asa dari segala rahmatMu.

Allahumma Ya Allah, ampunkanlah juga ibu/bapa kami, Datuk dan nenek-nenek kami, sanak saudara-mara adik beradik kami, orang yang telah berjasa kepada kami, guru-guru kami dan sekelian orang-orang yang kami zalimi dan berdosa pada mereka dengan rahmat dan belas kasihanMu

Ya Allah sihatkan tubuh badan kami dari sekian penyakit yang di khawatiri agar kami dapat beribadat dengan sempurna kepadaMu. Dan kabulkanlah sekian orang yang telah memohon doa kepada kami dan murahkanlah rezki kami dunia dan akhirat.

Ya Allah, limpahkan sejahtera kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya sebagaimana berkat beliau. Engkau memberi kami petunjuk. Limpahkan sejahtera kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya sebagaimana berkat Engkau selamatkan kami.

Sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Semua itu adalah mudah bagi Mu.

Monday, September 17, 2012

THE  WAVES...........



The Waves....
came in gaily into the bay, murmuring whispers.....
so they say......
and suddenly bursts into laughter......as they pound the beautiful shore.
I tried to imagine,
that I am water.....
i tried to giggle, giggle and even bubble....
but the waves.......
just ignore my very presence.....and keep on giggling into the bay..,
Oh...I could see and understand....
that i am not one of its kind...
my caste, my soul...
so very different...
and my feelings...just my own..............

Wednesday, September 12, 2012

TASIK CHINI

Lagenda Tasik CHINI......



                                                            **Credit to : sukns blog for the photo 

In ancients times, eons ago
When mystical beast roamed free
Through virgin lands, high and low
And across fathomless seas

Heaven, hidden right here on earth
Amidst forest so luscious, seas calm as day
Across the skies fly Jentayus and Garudas
And dragons sweep down to frolic and play

Sri Gumom and Si Kemboja, two dragon lovers
Guardians of the magical Tasek Chini
Abhor the borders of the lake surround them
And yearn for the wide-open sea

Tuan Puteri Sri Gumom, the daughter of Raja Kembayat Negara lived in a beautiful Forbidden Garden by the ancient lake, Tasik Chini. Her handmaidens, the dayang1 catered to her every whim. Her father the King had built a beautiful palace overlooking the calm waters for her. Wild lotuses covered its surface for most part of the year and if she stayed quietly by the arched windows of her chambers, she could see the ferocious toman fish leaping out from the lake to catch giant frogs seeking shelter on the lotus leaves.

When she was born, the royal astrologer of Kembayat Nagara prophesied that if the princess continued to stay in Kembayat Negara, the country would see great bloodshed and famine. The King felt utterly heartbroken at the news and his Queen cried for days. Daily he consulted with his advisor the Prime Minister on what he could do to save his people without sacrificing his beautiful princess.

Forbidden garden with candi


Then his Prime Minister brought some hope to the forlorn King. “I have heard travelers from Inderapura2 talk about a heavenly paradise here on earth. We can reach the magical Tasik Chini travelling the Southern seas, up the river from Pura, Semantan to the highlands. Our people will build a grand palace for the princess surrounded by a beautiful garden. Then we will weave a spell so that she will be safe in the Forbidden Garden.”

The King agreed and by the time Sri Gumom was 40 days old, she left the shores of Kembayat Negara forever.

The princess grew up in the company of her handmaidens. She was happy in a way for the Forbidden Garden was beautiful. The mountains in the distance made her feel at peace. She was truly blessed. The princess was also very beautiful. And she was also an immortal as long as she stayed within the boundaries of her home.

One day, a prince arrived from afar. He was Prince Kemboja from the Middle Kingdom, China. When the two met they fell in love. Everyday, the prince begged Sri Gumom to come back with him to China but she refused. Until one day, the skies were red and blackened. Streaks of lightning flashed throughout the sky. Sri Gumom was afraid and agreed to let the prince take her away in his large and sturdy boat.

Her handmaidens begged the princess not to leave. The sky grew darker and darker. They reminded her of the curse pledged by the old Prime Minister if the princess no longer remained in the Forbidden Garden.

The floor of the palace shook and there was a clap of thunder. The floor cracked into two. With that, the sky opened up and the heavens poured. And so the princess left on the prince’s boat and they sailed away. As soon as they left the borders, Sri Gumom and Kemboja transformed into two giant water serpents. And the Forbidden Palace was flooded to be hidden forever at the bottom of the lake that was Tasik Chini.

The naga Sri Gumom and Kemboja swam along the Pahang River all the way out to sea. Kemboja was stronger than Sri Gumom. He loved his new form and swam all the way to China, thinking that Sri Gumom was following behind.

Sri Gumom took a rest in the South China Sea and waited for Kemboja to come back for her. She waited for a long time, her breathe became so still, and she slowly turned into an island.

The little bird, the tiom loved to rest on the island, and soon, the new island was called Tioman.

And the Naga waited ‘neath for her lover who never came back for her.

Monday, September 3, 2012

Erti Cinta

Erti cinta


Cinta adalah memberikan kasih sayang bukannya rantai. Cinta juga tidak bisa dipaksakan dan datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. CInta indah namun kepedihan yang ditinggalkannya kadang berlangsung lebih lama dari cinta itu sendiri. Batas cinta dan benci juga amat tipis tapi dengan cinta dunia yang kita jalani serasa lebih ringan.

Cinta itu perasaan seseorang terhadap lawan jenisnya karena ketertarikan terhadap sesuatu yang dimiliki oleh lawan jenisnya (misalnya sifat, wajah dan lain lain). Namun diperlukan pengertian dan saling memahami untuk dapat melanjutkan hubungan, haruslah saling menutupi kekurangan dan mau menerima pasangannya apa adanya, tanpa pemaksaan oleh salah satu pihak. Berbagi suka bersama dan berbagi kesedihan bersama.
Cinta itu adalah sesuatu yang murni, putih, tulus dan suci yang timbul tanpa adanya paksaan atau adanya sesuatu yang dibuat-buat, Menurut saya pribadi cinta itu dapat membuat orang itu dapat termotivasi untuk melakukan perubahan yang lebihb aik daripada sebelum ia mengenal cinta itu. Cinta itu sesuatu yang suci dan janganlah kita menodai cinta yang suci itu dengan ke-egoisan kita yang hanya menginginkan enaknya buat kita dan ndak enaknya buat kamu. TIPS; untuk mengawetkan cinta dibutuhkan PENGERTIAN!

Suatu perasaan terdalam manusia yang membuatnya rela berkorban apa saja demi kebahagiaan orang yang dicintainya. Pengorbanannya itu tulus, tidak mengharap balasan. Kalau misalnya memberi banyak hadiah ke seseorang tapi dengan syarat orang itu harus membalasnya dengan mau jadi kekasihnya, itu bukan cinta namanya. CInta tidak bisa diukur dengan materi ataupun yang berasal dari dunia fana. Dan percayalah… cinta terbesar biasanya selalu datang dari ibu kandung, bukan dari pacar (sebab cinta pacar bisa luntur suatu saat atau setelah menikah kelak).

Cinta, membuat bahagia, duka ataupun buta. Cinta itu penuh pengorbanan, kepahitan, keindahan dan kehangatan. Cinta adalah sebuah keinginan untuk memberi tanpa harus meminta apa-apa, namun cinta akan menjadi lebih indah jika keduanya saling memberi dan menerima, sehingga kehangatan, keselarasan dan kebersamaan menjalani hidup dapat tercapai. CInta adalah kata yang memiliki banyak makna, bergantung bagaimana kita menempatkannya dalam kehidupan.

Cinta itu bisa membuat orang buta akan segalanya hanya demi rasa sayang terhadap sang kekasih. Kita juga tau apa maknanya cinta itu. Cinta psti bisa membuat orang merasakan suka dan duka pada waktu yang sama ketika kita berusaha mendapat kebahagiaan bersama. Jadi bukanlah kebahagiaan untuk kita sendiri. Meskipun demikian kita jangan samapi salah langkah agar tidak menuju kesengsaraan. Lakukanlah demi orang yang kamu kasihi agar kau tidak merasa sia-sia tanpa guna. Karena hal itulah yang membuat hidup menjadi lebih hidup 

Cinta adalah perasaan hangat yang mampu membuat kita menyadari betapa berharganya kita, dan adanya seseorang yang begitu berharga untuk kita lindungi. CInta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta karun termahal di dunia pun. Saat seseorang memegang tanganmu dan bilang ” Aku cinta kamu…” pasti menjadi perasaan hangat yang istimewa! Karena itu, saat kamu sudah menemukan seseorang yang begitu berharga buat kamu, jangan pernah lepaskan dia! Namun adakalanya cinta begitu menyakitkan, dan satu-satunya jalan untuk menunjukkan cintamu hanyalah merlekan dia pergi.

Cinta itu adalah sebuah perasaan yang tidak ada seorangpun bisa mengetahui kapan datangnya, bahkan sang pemilik perasaan sekalipun. Jika kita sudah mengenal cinta, kita akan menjadi orang yang paling berbahagia di dunia ini. Akan tetapi, bila cinta kita tak terbalas, kita akan merasa bahwa kita adalah orang paling malang dan kita akan kehilangan gairah hidup. Dengan cinta, kita bisa belajar untuk menghargai sesama, serta berusaha untuk melindungi orang yang kita cintai, apaun yang akan terjadi pada kita....




Belajar Mencintai Seseorang Yg Tdk Sempurna Dgn Cara Yg Sempurna

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuat mu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan.
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyedari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak... Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.
 Jangan begitu mudah melepaskan seseorang yang kalian cintai......kerana untuk mendapatkannya kembali,  tidak semudah melepaskan.......

Sunday, September 2, 2012

Mayang Sari @ Ulik Mayang

Mayang Sari is but one more of the many folklores in the rich trove of Terengganu cultural heritage. Terengganu, in the east coast of Peninsula Malaysia, with an elongated shape has a relatively a long coastline that give it a maritime outlook. Though the discovery of oil has made petroleum-related industries as the mainstay of the economy of the state, the traditional occupations of fishing and farming are very much part of the livelihood of the people of Terengganu. As such its traditions, folktales, cultures which include its pastime like kite-flying and top-spinning, singing and dancing are very much related to these two pursuits.

Fishing is still an important occupation in Terengganu, dotted with fishing villages from Bacok in the north to Kemaman in the south. The quaint fishing boats with the stork head were a familiar scene along the shores, though the masts of the sails are now replaced by the motor engines. Nevertheless, the fishing season is limited by the blow of the monsoon, during September to January. The fishermen of old faced a great deal of danger from sudden squalls, mega clouds clashing, producing thunderbolts and lightning, accompanying pelting rains. So much so this phenomenon of weather became entrenched in the Malay writings.

Berderu-deru hujan panas
Sabung-menyabung kilat
Panah-memanah halilintar

Pelting rain, lightning strikes, thunderous bolts across the skies (Awang Sulung Merah Muda)

There was also the element of uncertainty in getting a good catch. Deep from the animistic past, appealing to the spirits of the sea had been the basis of many myths and superstitions of the region.
This is the romance of a young fisherman and a “kayangan” princess. Though she existed in the realm of the imagination, in the wooly softness of the drifting clouds, the brilliance of the breaking dawn of the eastern sky, the amber rays of the evening sun, it should be told and retold, so that it can be as familiar to our future generation.

Mayang Sari from HIKAYAT

Legends from the Ancient Malay Kingdoms
by ninotaziz


Ku tahu asal usul mu
Yang laut balik ke laut
Yang darat balik ke darat

Once, there was a vast kayangan kingdom in the land above the winds called Seri Tanjung. It was ruled by a mighty Dewa King and his Queen. They had seven enchanting daughters. The youngest princess, Mayang Sari, was the most beautiful. Princess Mayang Sari had an angelic face as luminous as the full moon, her lips were as red and moist as the pomegranate, and most of all, she had luxurious straight jet-black long hair. Her breath-taking beauty enchanted all who chanced upon her visage, her charm delighted those in service to the royal family. Very often, the seven princesses would fly down to earth to the enchanted garden. Most of all, they loved to play and bathe at the Mirror Lake before returning to their palace in Kayangan.

The enchanted garden was near a small fishing village where a young man lived. The young man, by the name of Awang, lived with his mother. His dearest mother was simply called Mek Awang. There was not a kinder and more loving son than Awang in the village.The sea entranced Awang.It gave him his daily livelihood and at dawn, the sky would be a glorious burst of golden rays. Once in a while, Awang thought he saw swans gliding across the evening skies but he could not be sure. During the long monsoon season, he would stay home to repair his boat, rethread his fishing net or bend his fishing hooks ready for the next season. One particularly strong monsoon when the weather was wet for many days on end, Awang’s mother caught a chill and the fever did not abate. He tried to cool her head with water cooled by the night frost but her effort was to no avail. Day by day, she became more and more frail. So Awang called for the village “Tok Bomoh”, or medicine man. The bomoh came bringing incense which he burned and filled the dilapidated hut a sweet smelling aroma to ward away evil spirits. Then he began his incantations.

After a long ritual to revive Awang’s mother, the Tok Bomoh pulled Awang aside and said, “Awang, your mother is very ill. The only hope for her is for you to get the Bakawali flower from the forbidden garden in Kayangan.”

“How do I do that?” asked Awang. The Tok Bomoh told him that only the seven princesses, the Puteri Tujuh, could help him.

As a child, Awang’s mother had told him stories about seven beautiful princesses who came down to play at the lake near his village. Awang thought those stories were just his mother’s ploy to keep him away from the dangerous lake. Now, he was determined to ask the princesses for help when they came again.

For days, Awang waited by the Mirror Lake. He hid high in the trees and looked at the images in the lake. But he saw nothing in the shimmering reflection. One day he saw clouds the shape of trees, another day he saw kites from far away. Then, one early morning, just after the break of dawn, he thought he saw swans gliding closer and closer to the lake. When they were just above the water, to his amazement, he saw that they were the seven princesses!

Awang kept still in hiding. He saw the princesses putting aside beautiful veils of the different colours of the rainbow, seven in all. Then he saw the most beautiful princess, the daintiest of them all placing her emerald veil a bit further away from the others. Awang decided to ask for help from the princess who was none other than Mayang Sari.

That evening, when the princesses wanted to return, Mayang Sari could not find her emerald veil. Her sisters tried their best to help until they had to leave before the sun set. Only then did Awang show himself to Mayang Sari. The princess was at first upset to see Awang. However his simple charm and warmth calmed her down. She asked Awang whether he had seen her veil and Awang immediately confessed to taking it.
“Your Highness, forgive me but I am in need of your help. I need the bakawali flower from your garden tonight to save my mother. She is terribly ill and only the bakawali flower can save her.”

Mayang Sari, who had never met a human being before, was quite surprised to see that he was neither afraid nor in awe of her. In actual truth, Awang had fallen in love with the beautiful princess but he was too worried about his mother to think of anything else. Mayang Sari agreed to help Awang so she turned Awang into a little beetle and placed him in the knot of her emerald sash that he tied around her waist. Together, they took to the skies as fast as she could. When they reached the palace, they had to wait until midnight when the bakawali flower bloomed. However, the Dewa King, Mayang Sari’s father knew instantly that a human had entered the forbidden garden. His rage was horrific and Mayang Sari stood transfixed to the ground when he came thundering throughout the palace. After the Dewa King chanted a spell, Awang appeared by her side and the truth had to be explained. Mayang Sari pleaded forgiveness from her father. She had fallen in love with the courageous and gentle-hearted Awang and feared that the Dewa king would punish him. The Dewa King relented and allowed Awang to take the bakawali flower from the garden but he must never meet Mayang Sari ever.

Awang suddenly found himself back at his hut and quickly revived his mother with the scent of the bakawali. Immediately, she appeared to breathe a little bit easier. She drank the water Awang offered her and swallowed the broth he prepared for her that night. In the following days, Awang’s mother recovered fully.

However, something was amissed with Awang. He could not erase the Princess Mayang Sari’s exquisite beauty from his mind., Her gentle courage, quick thinking and her generosity in helping her haunted his thought. He missed her so deeply and terribly that he began to pine away. He could not bear to look at the glorious dawn or sunset he used to love so much. Awang became so weak that it was obvious that if something was not done, he would die. He would lie in wait by the lake but the princesses never came back. Until one night, when Awang was so weak that he just lay on the ground, he thought he saw shimmering lights in the horizon. The princesses had come to rescue Awang from his lingering pain as Mayang Sari could not bear to see her beloved die.

With their magic incantations the sisters then revived Awang. They agreed to leave their sister Mayang Sari behind. Before they left, they taught Awang the melodious chants. Whenever he invoke the words of the chants, they would know that Awang and their sister were in need and they would return to earth to help both of them. With that, they left the happy couple and returned to Kayangan. Awang and Mayang Sari lived happily ever after.

Ulek mayang ku ulek
Ulek dengan jala jemala
Ulek mayang diulek
Ulek dengan tuannya puteri

Ulek mayang diulek
Ulek dengan jala jemala
Ulek mayang diulek
Ulek dengan puterinya dua

Puteri dua berbaju serong
Puteri dua bersanggol sendeng
Puteri dua bersubang gading
Puteri dua berselendang kuning
Umbok mayang diumbok
Umbok dengan jala jemala
Nok ulek mayang diulek
Ulek dengan puterinya empat
Puteri empat berbaju serong
Puteri empat bersanggol sendeng
Puteri empat bersubang gading
Puteri empat berselendang kuning

Umbok mayang diumbok
Umbok dengan jala jemala
Nok ulek mayang diulek
Ulek dengan puterinya enam


Puteri enam berbaju serong

Puteri enam bersanggol sendeng
Puteri enam bersubang gading
Puteri enam berselendang kuning Umbok mayang diumbok
Umbok dengan jala jemala
Nok ulek mayang diulek
Ulek dengan puterinya tujuh

Puteri tujuh berbaju serong
Puteri tujuh bersanggol sendeng
Puteri tujuh bersubang gading
Puteri tujuh berselendang kuning

Umbok mayang diumbok
Umbok dengan jala jemala
Nok ulek mayang diulek
Ulek dengan tuannya puteri

Tuan puteri berbaju serong
Tuan puteri bersanggol sendeng
Tuan puteri bersubang gading

Tuan puteri berselendang kuning

Umbok mayang diumbok
Umbok dengan jala jemala
Nok ulek mayang diulek

Ulek dengan tuannya puteri


Ku tahu asal usul mu

Yang laut balik ke laut
Yang darat balik ke daratNasi berwarna hamba sembahkan 
Umbok mayang ku umbok


Umbok dengan jala jemala

Pulih mayang ku pulih
Pulih balik sedia kala

Thursday, August 30, 2012

Syair Untuk Perkongsian Kita Bersama

Gegunung Bukit SiGuntang...

NEGERI PALEMBANG, ZAMAN SILAMNYA,
DEMANG LEBAR DAUN, NAMA RAJANYA,
ISKANDAR ZULKARNAIN, JUGA MOYANGNYA,
ASAL MELAYU, DIA LAH TUAN NYA.

DEMANG LEBAR DAUN, MELETAK ADAT,
BERPATIH BERTUANKU, BAHASA DI BUAT,
BERTAAT SETIA, MENGUCAP SELAMAT,
MENJUNJUNG DULI, PADA HADIRAT.

ISKANDAR ZULKARNAIN, ASAL HAKIKAT,
TUN-RAJA, DAULAT NYA PEKAT,
DARAH BERSATU, JALINAN DI PERKUAT,
DAULAT SESAMA, BERTAMBAH DAULAT.

SEKIAN BICARA, AKHIR KALAMNYA,
MOGA MENDAPAT, FAEDAH IBRAHNYA,
TAMATLAH SUDAH, SYAIR ADA NYA,
BUAT INGATAN, KITA SEMUA.
**SYAIR TUN DARI  SAUDARA RAZMAN KAY HAMZAH....